Chatt

Rabu, 25 Januari 2012

kembali membuat suasana bandung berisik


RETNO/"PRLM"

GRUP musik undergroun Eye Feel Sick salah satu grup yang meramaikan pegelaran musik Badebah Reunion yang menandai komunitas musik underground Bandung Brutality Area (Badebah) di Gedung Teater...
BANDUNG,(PRLM),-Sebuah perhelatan musik cadas untuk menandai 20 tahun keberadaan komunitas musik underground Bandung Death Brutality Area, Jumat (20/1) malam, digelar di Teater Tertutup Balai Pengelolaan Taman Budaya Jawa Barat (Dago Tea House). Gedung kesenian milik pemerintah dikawasan Bandung Utara berkapasitas 1200 orang tanpa tempat duduk nyaris dipenuhi oleh para penggila musik keras yang tumbuh berkembang di kawasan timur Kota Bandung, Kecamatan Ujungberung.
Sejak lepas pukul 18.00 WIB, bumper yang mengisahkan asal muasal komunitas yang belakangan disingkat Badebah, sejak tahun 1990an dipelihatkan dalam bentuk slide foto pegelaran. Baru selepas pukul 19.00 WIB, grup band Impish dengan warna musik Black Metal, tampil membuka pegelaran.
Band beranggotakan Eno (vokal),Roni (drum) ,AW (bass) dan Deni (guitar), memainkan nomor “Panzer Division” (Marduk), “Feezing Moon” (Mayhem), “Lucifer Incestus” (Belphegor) dan “Blasphemer” (Sodom). Karena baru pembuka, penonton hanya duduk-duduk di bagian belakang.
Baru saat grup musik underground lawas, Eye Feel Sick tampil, sejumlah penonton mendekati panggung dan bahkan beberapa orang berdiri tepat didepan pengeras suara.
Suasana panas semakin terasa saat musik-musik metalcore, death metal dan aneka musik cadas lainnya terus berhamburan. Tampil grup musik underground Karburator, Mesin Tempur, Zalnabur, Morbus Corpse, Insanity dan ditutup penampilan Necromancy

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

flag counter

free counters